KETURUNAN MPU BADA BUKAN LAH PARNA MELAINKAN BEDA LELUHUR

KETURUNAN MPU BADA BUKAN LAH PARNA MELAINKAN BEDA LELUHUR

Jakarta, Siasat Kota
Klarifikasi atas leluhur semua orang Batak bermula dari Si Raja Batak merupakan salah satu faktor mengapa keturunan Mpu bada menyebutkan dirinya bukan lah keturunan parna, Hal itu pun juga disuarakan oleh keturunan mpu bada sejabodetabek, Sabtu tanggal 07/03’2020.

Sebagai masyarakat warga negara yang percaya Dan meyakini bahwa keturunan Mpu bada sendiri punya sejarah asal-usul dan tarombo, dengan marganya masing-masing. marga Tendang, banurea, Manik, beringin, gajah, Dan Barasa, leluhurnya adalah keturunan Mpu Bada, bukan lah parna Karena tidak Ada keterkaitan nya secara langsung sama sekali dengan silsilah si raja Naiambaton atau pun keturunan nya.

Ditambahkannya konsep tarombo dan marga merupakan proses konstruksi satu kelompok masyarakat, baik berdasarkan identifikasi, demografis, historis maupun sosiologis. Itu terjadi di semua kelompok masyarakat. Karenanya, konsep tarombo dan marga pada suatu bentuk Dari keturunan tidak serta merta akan membuktikan bahwa mereka adalah berbeda leluhur.

Dengan Ada nya perkawinan yang sudah sejak ratusan tahun lalu dan sudah berpuluh-puluh generasi secara terus menerus, marga Dari keturunan Mpu Bada dengan keturunan parna baik di suak kelasen, suak simsin, suak boang, suak pegagan, maupun suak keppas, hal ini membuktikan dengan jelas, bahwasanya kami memang bukan lah keturunan parna, Tarombo kami tidak ada kaitan dengan tarombo Si Raja Naiambaton atau pun keturunannya parna, Nenek moyang kami adalah keturunan Mpu Bada.

Dengan perihal sejarah perkawinan yang dimaksud konon berasal dari Asal-usul Kami selaku keturunan Mpu Bada, sangat menghormati punguan parna dimana pun berada, yang memiliki rasa kekeluargaan yang sangat tinggi, memiliki philosophy yang luar biasa diantaranya, bahwa dari sekian banyak marga yang terhimpun dalam parna adalah saudara sisada anak sisada boru naso jadi marsiolian, agar dapat Bisa dipahami kembali dalam konstruksi tarombo sejarah Dan turi-turiannya.

Hal itu dapat disampaikan keabsahannya bila bisa menjelaskan asal-usul dan silsilah mereka secara objektif dan berdasarkan data-data sejarah, itu murni pembahasan sejarah dan budaya Yang benar, bahwa sejarah beda garis keturunan harus diluruskan, karena punya sejarahnya sendiri, Punya peradabannya sendiri, Khususnya sejarah asal-usulnya yang berbeda dengan selama ini berdasarkan tarombo Mpu Bada.

Dengan klarifikasi ini merupakan gerakan yang positif, Terutama dalam rangka penguatan paham multikulturalisme yang menekankan, pengakuan, penghormatan dan kesederajatan tiap kelompok etnis dalam garis keturunan, agar menjaga keharmonisan Dan saling menghormati.

Untuk itu kami atas nama pinompar Mpu Bada selaku ketua sada Eben Tending, ketua dua Robinson Banurea, ketua tiga Heddi Manik, ketua empat Pardon Beringin, ketua lima Martua Gajah, ketua enam Bisma Berasa, dengan segala kerendahan hati jika ada kekeliruan tentang beberapa orang secara pribadi dan atas nama diri nya sendiri.

Dari antara marga kami yang berusaha memasukkan dirinya menjadi bagian dari parna oleh Karena kebaikan dan kemurahan hati pihak parna menerima mereka begitu saja,

Maka ini akan mencederai wibawa parna itu sendiri dan kami pun menjadi malu. juga merasa tidak nyaman, memohon kepada pihak parna untuk tidak memasukkan dan menganggap kami keturunan Mpu bada sebagai bagian dari parna, biarlah hubungan kita tetap terpelihara sebagai hula-hula, Boru, atau sebaliknya, hormat kami selaku keturunan Mpu bada kepada ketua presidium parsadaan pomparan Raja Naiambaton agar untuk dimengerti.
(Marihot/team)

Leave a Reply