Bupati Beltim Tekankan Pembatasan Sosial Perlu Dilakukan Secara Bertahap Menuju New Normal

Belitung Timur, siasatkota.com

Kabupaten Belitung Timur satu satunya Kabupaten/ Kota di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang masuk disalah satu dari 102 Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia yang mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Pusat untuk menjalani kenormalan baru, tata kehidupan baru masyarakat produktif dan aman dari Covid-19. 

Bertempat diruangan rapat Gunung Lumut Kantor Bapelitbangda Beltim, selasa (2/6/2020) digelar Rapat Internal Forkopimda yang dipimpin langsung Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza, Wakil Bupati Beltim, Drs. Burhanudin, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Beltim, Fezi Oktulseja, Asisiten 1 H.Sayono Arsad, dan Forkopimda beserta jajaran.
Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengatakan, bahwa tatanan hidup baru tidak hanya bergantung kepada putusan pemerintah pusat. Intinya, melaksanakan juga mencakup koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam menjalani kenormalan baru salah satunya revatilisasi kehidupan, adalah adaptasi tetap ada kelola yang harus diikuti. Dan berbasis pada protocol kesehatan dan harus ada simulasi.

” Pemerintah Daerah harus lebih komprehensif dan spesifik, jangan melakukan satu kebijakan yang sifatnya dalam waktu singkat sehingga tidak ada fase persiapan. Jangan sampai New Normal membuat Kabupaten kita kembali memiliki pasien positif covid-19 dan Perhatikan juga sector perekonomian di Belitung Timur, setidaknya akan kembali menggeliat pasca diterapkannya tatanan new normal ini. Intinya keberhasilan masyarakat produktif dan aman Covid-19 sangat bergantung kepada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif dalam mematuhi protocol kesehatan antara lain wajib memakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta senantiasa melaksanakan olahraga yang teratur,” tegasnya. 

 
Dan juga menurut Bupati Yuslih Ihza walaupun penerapan tatanan  New Normal  tidak serta merta dapat langsung diterapkan.
 
” kami kan baru rapat, belum melibatkan semua unsur sesuai arahan Gugus Tugas Pusat, tidak serta merta, kita perlu kajian terlebih dahulu terutama waktunya kapan, kita atur apa saja tempat umum yang boleh dibuka, contohnya Masjid, jadi hari ini belum ada keputusannya, tadi saya sampaikan juga apa yang menjadi kekhawatiran Provinsi bahwa Pusat merestui New Normal tapi Provinsi menyatakan Beltim belum siap, makanya poin-poin itu sudah saya konfirmasi dengan Dinkes dan ternyata dari Dinkes tidak seperti poin-poin yang disebutkan,” papar Yuslih.
 
Menurut Bupati Yuslih Beltim hanya tidak bisa melaksanakan PCR saja sedangkan yang lain Beltim bisa laksanakan, namun tetap kami akan koordinasikan dengan Pak Gubernur. (VM/Ris)
 

Leave a Reply