Proses PPDB di Provinsi Jambi Menuai Kekecewaan

Moralitas Pendidikan
Ketua LSM BPpK-RI Provinsi Jambi P.Manalu saat mendengarkan keluhan dari para sejumlah orangtua siswa-siswi
 
Jambi, SiasatKota.com
 
Hasil Penerimaan Pesera Didik Baru (PPDB) dengan sistem Zonasi untuk jenjang SMAN dan SMKN, serta tingkat SMP diumumkan Senin (8/7/2019). Disebahagian Sekolahan Pengumuman tidak dilakukan melalui dinding sekolah namun langsung lewat website yang disediakan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan kota Jambi. 
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Agus Heriyanto menyampaikan pihaknya bersama kepala sekolah sudah sepakat untuk tidak mengumumkan di sekolah. Karena berpotensi terjadinya permasalahan dengan siswa maupun orang tua siswa. “Jadi kita pilih umumkan melalui website mulai pukul 16.00 WIB, dan sekolah sudah kita perintahkan buat spanduk di pagar sekolah untuk cara pengumuman ini,” jelasnya. Untuk hasil pengumuman sendiri Agus menyebut, khusus di kota Jambi sesuai dengan daya tampung yang disediakan.
 
“Ada 4707 siswa yang kita terima, dari 8764 peminat atau yang mendaftar dari SMP Negeri dan swasta,” tuturnya Namun kuota tersebut kata dia memang belum terisi sepenuhnya karena ada SMAN yang belum terisi daya tampungnya. “Seperti di SMAN 7 Seberang Kota yang masih kuran 30-an siswanya, padahal dari kelurahan danau teluk dan pelayangan sudah maksimal di sana,” jelasnya.
 
Solusinya kata Agus, seperti yang tertuang di Permendikbud apabila daya tampung sekolah belum terpenuhi maka kebijakan diserahkan ke kepala sekolah SMAN untuk memenuhi.
 
“Selain itu kita juga akan dorong siswa yang benar-benar ingin sekolah di Negeri untuk bersekolah di sana, tapi yang jelas untuk PPDB ini sudah berakhir dan perekrutan selanjutnya diserahkan ke pihak sekolah,” ujarnya.  Sementara untuk 4000-an siswa yang tak lolos ke sekolah Negeri Agus menyebut sekolah swasta bisa menjadi alternatif. Dia juga menjelaskan agar siswa tak takut dengan biaya sekolah swasta yang mahal, karena Disdik akan menerapkan cara yang membantu beban siswa tidak mampu di swasta melalui biasiswa.
 
“Untuk tahun ini kita ada bantuan beasiswa untuk siswa tak mampu di sekolah swasta, dengan bantuan Rp1,2 juta pertahunnnya, ini bagian dari beasiswa pemprov Jambi,” terangnya. Diharapkan dengan cara itu siswa jadi tak merasa terbebani untuk bersekolah di Swasta. Sedangkan untuk PPDB di SMK Agus menyebut tahun ini mengalamai peningkatan minat. Yakni sebesar 57,46 persen siswa yang tidak diterima di SMK.
 
“Artinya yang diterima hanya 42,54 persen di enam SMKN Kota Jambi, khusus SMK masih menggunakan nilai UN, jadi tergantung minat siswa bukan berdasarkan zonasi,” paparnya. Selanjutnya bagi siswa yang dinyatakan lolos seleksi PPDB tinggal melakukan daftar ulang  pada 9 hingga 13 Juli.
 
Seorang ibu ber inisial (IW. M) ketika dikomfirmasi Siasat kota, karna Putrinya tidak terjaring untuk masuk ke salah satu SMA sesuai ZONASI mengatakan, bagaimana nasip putri kami ini , kami sudah coba juga dari Prestasi,  hilang juga namanya. Dia sudah mengurung diri dirumah, bahkan makanpun, dia sudah susah disuruh(Patah Semangat)  kalau ke swasta, sangat jauh dari rumah tinggal kami. Kami tinggal satu kelurahan dengan SMA sesuai Zonasi, tapi tidak terjaring. Saya selaku orang tua, sangat prihatin dengan putri saya ini. Apakah putri kami ini harus putus sekolah? Katanya. 
 
Berbeda dengan keluhan ibu yang ber inisial (br P). Mengatakan,  kami sangat sedih, anak kami tidak terjaring masuk SMP Negeri.  Padahal, jarak antara rumah kami dengan sekolah yang dituju, sangat dekat. Artinya, anak kami tidak harus diantar kalau mau pergi sekolah. Tetapi jalan kaki.  Kami sangat bingung cara PPDB, ZONASI ini. Seandainya disekolahan itu terjadi yang tidak diinginkan, kami duluan yang membantu. Katanya.  Adakah kebijakan untuk anak kami ini? Karena kami selaku orang tua tidak bersedia,  kalau anak kami ini putus sekolah. Katanya. 
 
P Manalu, selaku Ketua Lsm Bppk Ri Prov Jambi, ketika dikunjungi para orangtua Siswa Siswi yang anaknya tidak terjaring masuk SMA & SMP Negeri,  dikantor DPW LSM BPpK RI Prov Jambi, mengatakan,  kalau saya pelajari, sistim ZONASI .Online ini, bagus sesuai dengan kemajuan tehnologi seperti sekarang ini (Zaman Digital). Mengapa menuai kekecewaan pada orang tua dan siswa yang tidak terjaring?  Karena sosialisasi sistim Zonasi itu terlalu rendah. Sehingga, mengundang kekecewaan yang tinggi. Penentuan Zonasi menggunakan maps, mengetahui radius,  belum Akurat, karena tidak semua rumah warga signyal bagus. Sehingga tidak bisa ditembus  maps. Hp para orang tua, masih banyak yang tidak bisa pake internet, (hp Nokia senter). kalaupun hp bisa internet, kemampuan pikiran orang tua tidak nyambung lagi. Kata pak Manalu. Dilanjutkan,  karna pendidikan itu telah diatur dalam UU No 20 tahun 2003.Wajib belajar 12 Tahun. Dan UU lainnya, Silahkan dipertanyakan langsung dengan Dinas Pendidikan, Pihak sekolah serta pihak terkait lainnya, untuk menemukan solusinya. Tampa harus berdemonstrasi. Saya yakin, pasti ada solusi baiknya, demi mencerdaskan putra putri bangsa ini. Tutupnya. (Dewi&Ida)