Kepsek SMPN 44 Jaktim Tampung Usul Orang Tua Siswa Baru “Test Ujian

JAKARTA, SKPKNews.com, Kepala Sekolah SMPN 44 Jakarta Timur tampung usul orang tua siswa, dimana usul orang tua tersebut menyebutkan “setiap penerimaan siswa baru harus dengan test ujian.

Kepala Sekolah SMPN 44 Jakarta Timur, Tati Haryanti, mengatakan kepada media bahwa usulan orang tua tersebut akan kita tampung dan kita usulkan nantinya Kemendikbud RI.
Menurutnya, “memang lebih bagus dan lebih bergengsi dengan tujuan “test ujian” dimana si anak dipacu berlomba lomba berkompetisi menjadi anak pintar dan cerdas, katanya, dikantornya, Selasa, (21/7/2020).

Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2020 dilaksanakan beberapa bulan lalu secara online sesuai zonasi tempat tinggal dan umur serta nilai. Menurut informasi orang tua siswa PPDB ini sebaiknya dilaksanakan melalui test ujian, untuk tahun ke depan, yang lain hanya pendukung saja, itu lebih efektif, cetus, orang tua siswa, sebut inisialnya, kepada media, sutopo yang mendaftarkan siswanya ke sekolah salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur. Orang tua siswa juga berharap dengan tujuan test PPDB ini, ada baiknya bagi orangtua untuk persiapan mencari sekolah mana buat anaknya.
Untuk pilihan sekolah bisa di negeri atau swasta itu tujuannya dan berlomba lomba untuk berkompetisi menjadi pintar dan cerdas, jadi perlu juga test ujian, selain faktor zonasi, dan pasti orangtua juga bakal memilih sekolah yang baik.

Pemerintah juga khususnya Kemendikbud RI harus peduli terhadap masukan atau usul dari orang tua siswa dan menjadi perhatian penting untuk ke depan dalam penerimaan siswa baru di semua sekolah. Kemendikbud RI harus evaluasi lagi untuk menetapkan kelayakan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP N 44 Jakarta Timur tahun 2020, yang dilaksanakan baru baru ini sebanyak 854 siswa, jumlah rombongan belajar 24 siswa. Selain itu tenaga guru belajar mengajar sejumlah 36 orang.

Kepala Sekolah SMP N 44 Jakarta Timur, Tati Haryanti, mengatakan kepada media bahwa usulan orang tua PPDB tersebut dalam penerimaan siswa baru dengan test ujian itu sangat bagus dan kita akan dukung, supaya lebih bergengsi lagi, ” berlomba lomba berkompetisi mencari sekolah yang paforit.

Tati, juga menjelaskan, bahwa SMP.N 44 Jakarta Timur, tangga murid laki-laki dan perempuan dipisah supaya tidak membatalkan wudhu murid yang ingin mendirikan salat. “Ketika wudhu selesai, biasa anak SMP suka iseng, karena suka iseng, kami arahkan pergerakan setelah wudhu. Jadi kami tempel poster pengumuman, cetusnya. Sebagian murid SMPN 44 ada yang harus berwudhu di lantai 1 karena tempat wudhu di lantai 2 tidak mencukupi bagi seluruh murid.
Apabila murid laki-laki dan perempuan digabung dalam satu tangga, maka ada kemungkinan mereka bersentuhan kulit dan membatalkan wudhu.
Apalagi, ada sejumlah murid yang iseng menyentuh kulit temannya yang berbeda jenis kelamin untuk membatalkan wudhu. “Start awalnya tidak ada niatan untuk membedakan gender antara laki-laki dan perempuan, itu saya guarantee. Jadi kalau ada yang bilang macan-macam, itu hoaks,” ujarnya.( Red ).

Leave a Reply