Suku Anak Dalam (SAD) Jalan Kaki Dari Jambi Menuju Istana Presiden

Moralitas Nasional

KONFLIK SENGKETA LAHAN DENGAN PT.ASIATIC PERSADA, 50 SUKU ANAK DALAM PETANI JALAN KAKI KE ISTANA PRESIDEN JAKARTA

Wawancara via telp ke Korlap Aksi Amirudin Todak : Rabu, 18 September 2019, jam 17.22.
 
Jambi, SiasatKota.com
Puluhan Suku Anak Dalam petani Batang hari dan Ma.Jambi dari tangal 28 Agustus 2019 kemarin mengadakan aksi jalan kaki dari Jambi ke Jakarta untuk menemui Presiden Bp.Jokowi dalam rangka penyelesaian sengketa lahan seluas 3.550 Ha. Menurut informasi dari Koordinator Lapangan Bp.Amirudin Todak jumlah peserta aksi sesuai pemberitahuan ke Mabes Polri ada 50 orang dan saat ini hanya Presiden lah yang dianggap mampu menyelesaikan persoalan mereka dengan PT.Asiatic Persada karena banyak mediasi yang sudah dilakukan menemui jalan buntu. Saat ini mereka suda 22 hari berjalan tiba di desa Kali Berau Bayung Lincir Muba Sumatera Selatan. 
 
Permasalahan ini sudah terjadi selama 33 tahun sejak 1986, selama ini lahan 3.550 Ha dianggap PT.Asiatic masuk dalam peta HGU mereka tapi diajak sama-sama ukur mereka tidak berani kata Amirudin Todak korlap aksi. Adapun tujuan mereka menemui Presiden Bp.Jokowi , untuk meminta kembalikan lahan seluas 3.550 Ha yang dikuasai PT.Asiatic Persada dan menolak perpanjangan HGU PT.Asiatic Persada/PT.Berkat Sawit Utama. Konflik ini berawal dari pencadangan lahan 40.000 hektar sesuai SK Gubernur Jambi tahun 1985 untuk perkebunan sawit di Batang hari. Lahan ini merupakan tempat hidup Suku Anak Dalam (SAD). SK Gubernur ditindaklanjuti Surat Keputusan Mendagri 1 September 1986 tentang pemberian Hak Guna Usaha (HGU) kepada PT. Bangun Desa Utama (BDU) seluas 20.000 hektar, PT.BDU ini selanjutnya tahun 1992 berganti nama PT.Asiatic Persada, konflik yang melibatkan suku anak dalam (SAD) ini yang mana kawasan lokasi ini adalah kawasan hutan yang merupakan tempat tinggal dan hidup Suku Anak Dalam (SAD).
 
Terkait aksi jalan kaki oleh SAD tersebut,  P.Manalu selaku ketua DPW LSM BPpK RI Prov Jambi ,ketika dikomfirmasi dikantornya, sambil geleng geleng kepala mengatakan “Semoga Bapak Presiden kita sudah mengetahui dan mendengar aksi jalan kaki mereka yang dari jambi menuju istana Presiden untuk menemui Beliau.”
 
Dengan kondisi perjuangan mereka, Mohon solidaritas nya bagi teman-teman/masyarakat daerah yang dilalui mereka untuk dapat berpartisipasi untuk mendukung aksi jalan kaki mereka ke istana, karena biaya mereka selama ini katanya, hanya dari bantuan simpati sopir-sopir/masyarakat yang memberikan aqua, dan lain sebagainya. Berharap, agar mereka tetap sehat sehat, agar dapat sampai ke istana Presiden. Katanya. (Laurentius S)

Leave a Reply