Seminar Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Moralitas Nasional
Seminar Perlindungan Dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan Dan Anak, yang Hidup Dengan HIV &AIDS Berjalan Baik.
 
Jambi, SiasatKota.com
Bulan Maret setiap tahunnya, menjadi moment Penting bagi berbagai komunitas yang berskala Internasional.Tanggal 1 Maret diperingati sebagai Hari Nol Diskriminasi sedangkan Tanggal 8 Maret, diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional.
 
Dalam rangka merayakan, dan mensukseskan Pencapaian 2 Hari Penting itu, sekaligus mengingat berbagai hal penting kelompok Perempuan yang masih perlu diperjuangkan agar mendapatkan kondisi yang setara, Adil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara turut menikmati  pembangunan dalam segala hal,serta agar Perempuan  dan Anak,mendapatkan sesuai Hak Ajasi Manusia(HAM). Berbagai komunitas dan Lembaga Perlindungan dan Pencegahan kekerasan pada Perempuan dan Anak bersama Lbh Apik,   melaksanskan seminar Di Jakarta, pada tanggal 25-27 Maret 2019, tepatnya di hotel, merkuri Harmoni, Jakarta.
 
Acara Seminar tersebut, dihadiri dan dibuka oleh menteri kesehatan Republik Indonesia tahun 2012-2014. dr Nafsiah Mboi SPA,MPh. Dalam kata sambutannya, Nafsiah menyampaikan, kasus kekerasan pada Perempuan,begitu tinggi pada tahun yang sudah terlewatkan, terkhusus tahun 2018, separti halnya pemerkosaan terhadap perempuan dan anak dibawah umur.
 
Pada peringatan Nol Diskriminasi dan Hari Perempuan Internasional merupakan suatu pemacu untuk diselenggarakannya seminar ini, dilanjutkan dgn lokakarya bagi para penjangkau, pendamping perempuan dan para legal, perwakilan dari lembaga yg memberikan layanan Edukasi,Penjangkauan Kesehatan, Bantuan Hukum dan Psikososial dari sekitar 28 propinsi di Indonesia.
 
Pada kesempatan itu,Nafsiah juga mengupas dan menguraikan kesenjangan kesenjangan yang dialami perempuan indonesia, termasuk Banyak Perempuan yang tidak mendapatkan hak ahli Waris dari keluarga. Karena Adat memang tidak mengalokasikan perempuan turut jadi pewaris Tetapi Yuris Pondensi sudah menyatakan kesamaan derajat antara laki laki dan perempuan. 
 
Banyak pengaduan pengaduan, yang muncul dari masyarakyat, yang diterima Badan Pengawasan  Mahkamah Agung. Berdasarkan itulah muncul Peraturan Mahkamah Agung No 1 Tahun 2017. Acara ini di Danai oleh USAID dari Rakyat Amerika, Kemenkumham, LBH Apik Jakarta dan The Asia Foundation. (Dewi Bt2.)

Leave a Reply