Dialog Intern Umat Kristen Tahun 2019, Lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi Dibuka Rabu, 7 Agustus 2019

Moralitas Nasional

Jambi, SiasatKota.com

Toleransi antar umat beragama merupakan suatu yang sangat penting dalam mewujudkan Tujuan Negara, sungguh sulit terbayangkan kemajuan pembangunan yang signifikan dalam segala hal bisa cepat tercapai bila situasinya selalu tidak menemukan keamanan dan kenyamanan karena tidak saling menghargai dan tidak memiliki sifat toleransi antar umat beragama.

Bertumbuhnya hubungan yang harmonis tidak dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya dukungan atau usaha oleh tokoh-tokoh agama kristen sebagai panggilan gereja terhadap umat sebagai tanggung jawab antara anugerah yang Tuhan berikan kepada kita bersama.

Untuk itulah dibutuhkan peran pemerintah untuk memberikan dukungan dalam bantuan membina umat. Upaya yang dilakukan diantaranya melaksanakan pembinaan, meningkatkan intern umat kristen untuk meningkatkan pelayanan yang optimis dalam melayani umat kristen se-Provinsi Jambi.

Sesuai program Kementerian Agama wilayah Provinsi Jambi tahun 2019 dialog intern umat kristen se-Provinsi Jambi dilaksanakan mulai tanggal 7 sampai tanggal 9 Agustus 2019 bertempat di Hotel Wiltop Kota Jambi.

Sebelum acara pembukaan tokoh agama yang menjadi peserta dialog yang hadir melaksanakan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt.Ramot Simamora,S.Th. Dengan mengangkat thema dari Amsal 28 : 9 “Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.” Menegaskan berdoalah sesuai yang dikehendaki Tuhan dan ikutilah hukum Tuhan Yesus Kristus, Kasihanilah sesamamu.

Setelah peserta selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya, ketua panitia Sri Br.Simanjuntak menguraikan laporan panitia. Dimana peserta yang hadir berjumlah 55 orang yang datang dari kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Dalam laporannya Sri menyampaikan dasar kegiatan tersebut merupaka perpanjangan tangan pemerintah untuk menghadirkan kedamaian, mengelola perbedaan-perbedaan dalam konteks beragama dalam gereja, inovasi itulah yang diperlukan harus mencari persamaan bukan perbedaan membangun visi yang sama adalah substansi pertemuan ini bila tidak membawa kedamaian kitalah yang rugi, tidak mendapat berkat-berkat di bumi dan di surga.

Dasar hukum :

  1. UU No.8 tahun 1945 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
  2. Keputusan Bersama Menteri Agama & Menteri Dalam Negeri No.1/BER/MDN-MAG/1979 tentang Tatacara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri Kepada Lembaga Keagamaan di Indonesia.
  3. Peraturan Menteri Agama tahun 2012 tentang Perubahan Peraturan Menteri Agama No.2 tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Departemen Agama.
  4. Peratuan Menteri Agama No.13 tahun 2012 tentang Organisasi dan Teta Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama.
  5. Keputusan Menteri Agama No.20 tahun 2014 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran di Lingkungan Kementerian Agama.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini :

  1. Menambah wawasan bagi para tokoh agama kristen dari lembaga keagamaan kristen dalam tugas pelayanan.
  2. Bisa meningkatkan kerukunan intern agama kristen dari Bimas Kristen khususnya di Provinsi Jambi.
  3. Terwujudnya sebagai pemegang kerja Bimas Kristen kantor kementerian agama Provinsi Jambi tahun anggaran 2019 yaitu kegiatan kerukunan-kerukunan dari umat kristen.

Drs. H. Muhammad, M.Pd.I Ka.Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dalam kata sambutannya menyatakan, “Saya sangat mengapresiasi tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah bekerja keras dalam menjaga situasi kondusif terlebih dalam Pilpres dan Pileg di Provinsi Jambi sehingga bisa aman dan kondusif.”

Drs. H. Muhammad, M.Pd.I mengatakan “Kita tidak perlu memprovokasi para umat dengan kepercayaan di agamanya karena semua umat yang benar-benar mengikuti ajaran agamanya menganggap agamanya lah yang benar jadi tidak perlu kita memaksakan kepercayaan kitalah yang benar, kalau tidak umat itu menganggap agamanya yang benar berarti dia beragama hanya formalitas sehingga saya menghimbau kepada seluruh tokoh agama kristen se-Provinsi Jambi terlebih yang hadir pada saat ini janganlah pernah membuka ruang untuk permasalahan atas pemahaman umat bahwa agama sayalah yang benar agar jangan menjadi konflik yang besar.” Katanya.

Seusai memberi sambutan secara resmi Drs. H. Muhammad, M.Pd.I membuka acara dialog umat kristen se-Provinsi Jambi.

Diana Yuli Astuti mewakili Kemenkumham Provinsi Jambi setelah selesai manyampaikan materi terkait Hak dan Kewajiban warga negara dalam pelayanan hukum memberi jawaban dalam sesi tanya jawab perihal pertanyaan Sondang Saragih dari perwakilan Gereja Metodis Kanaan terkait 3 gereja yang disegel sudah hampir 1 tahun beribadah di luar gereja di bawah tenda, Diana Yuli Astuti mengatakan “Kami akan berusaha maksimal mencari solusi akan hak warga negara dalam beribadah, memeluk agama dan kepercayaan. Kami akan berusaha memberi rekomendasi agar permasalahan itu jangan berlama-lama tidak menemukan solusi.”

Hari kedua 8 Agustus 2019 dialog berjalan dengan penuh hikmat dan damai yang pokok pembahasan ; LANGKAH STRATEGI PEMBINAAN KERUKUNAN ANTARA UMAT BERAGAMA yang narasumber di isi Kabid Kementerian Agama Abdul Jalil, S.Kom Wilayah Provinsi Jambi. berikut, Membangun Gereja Dalam Konteks Denominasi Menuju Kebersamaan Umat dengan narasumber Pdt.Tampak Hutagaol, M.Th selaku Ketua PGI Wilayah Provinsi Jambi. serta, SERTIFIKASI RUMAH IBADAH KRISTEN narasumber dari BPN Provinsi Jambi berjalan baik, hikmat dan penuh kedamaian.

Sesuai agenda panitia acara Dialog Intern Umat Kristen Tahun 2019 penutupan akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2019 yang akan diisi oleh Kepala Pembimas Kristen Provinsi Jambi Drs.Enneri Gultom, M.Th. (PM)

Leave a Reply