Dugaan Suap Pejabat

Ketua umum , LIPAN RI, Harun S Prayitno, SH

Jakarta, SiasatKota.com – Lembaga LIPAN RI ( Lembaga Investigasi Pengelola Aset Negara Republik Indonesia) bakal melaporkan pejabat PDAM Tirta Murni ke Polda terkait dugaan suap ke anggota Lembaga LIPAN RI. Rp500.000,-.

Hal ini di sampaikan Ketua Umum LIPAN RI, Harun Praytno kepada media di jakarta, Jumat, 29/5/2020.
Harun menjelaskan, bahwa pejabat PDAM Tirta Murni Kab. Karawang, Dwi Yulianingsih selaku Direktur Umum telah melakukan penyuapan kepada anggota lembaga LIPAN RI, Rp500.000, -dan bukti sudah ada uang berisi Rp500.000, di dalam amplop, dan bukti ini akan diserahkan ke Polda sebagai barang bukti, ujarnya.
Sementara Bupati Kabupaten Karawang, dr Cellica Nurrachadiana, belum bisa di konfirmasi begitu juga Direktur Utama PDAM Tirta Murni Kab. Karawang, M Sholeh, terkait penyuapan yang dilakukan Pejabat PDAM Tirta Murni, Dwi Yulianingsih selaku Direktur Umum, terhadap anggota lembaga LIPAN RI.

Adanya indikasi penyuapan ini ke angggota lembaga investigasi terkait menindaklanjuti atas pengaduan masyarakat seorang pegawai PDAM Tirta Murni Kab. Karawang melakukan dugaan suap kepada pejabat PDAM Tirta Murni dengan menggunakan dana anggaran pejabat PDAM Tirta Murni.

Terkait dirinya yang dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Karawang atas dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana pejabat, di kantor PDAM. Tirta Murni.

Tersangka merasa terjolimi dan dijadikan korban oleh pihak Direksi mengingat tersangkanya korban hanya pegawai bawahan selaku juru bayar yang menjalankan atas perintah atasannya, dan satu sen pun tidak ada uang yang diselewengkan oleh tersangka, cetus, Lembaga.

Dikuatkan dengan bukti penerima uang dan tanda tangan, saya sadar bahwa saya dijadikan korban atas kasus ini, jelas lembaga.

Atas surat aduan tersebut Tim Investigasi Lipan RI melakukan tindakan investigasi untuk menggali informasi tersebut dengan konfirmasi dan klarifikasi ke kantor PDAM Turta Murni Kab. Karawang, dan ditemui oleh staf Ali dan Direktur Umum, Dwi Yulianingsih belum bisa menjelaskan dan tertutup informasi dan menjengkelkan lagi anggota kami di suap dengan amplop berisi uang 500.000,- untuk bensin, “kami merasa dilecehkan atas kejadian tersebut, lembaga Lipan terus melakukan tindakan investigasi secara total, guna mengungkap siapa dalang biang kerok, atas dijagokannya Kofi Farida selaku korban, tegas, Harun. ( Red ).

Leave a Reply