Beltim Kembali Miliki 3 Pasien Positif Covid-19

Beltim, Siasat Kota – Pasien positif Corona di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bertambah 3 orang. Hal ini berdasarkan Data terbaru pandemi  COVID-19  hasil pemeriksaan TCM Xpert Xpress Lab Biomedis RSMJ ketiga orang tersebut dinyatakan positif covid-19 dengan hasil ini berarti merupakan pasien ke 4,5 dan 6 yang ada di Beltim disampaikan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Beltim melalui Sekda Pemkab Beltim yang merupakan Sekretaris GTPPC Betim Ikhwan fakhrojzi dalam konferensi pers di Kantor Bupati Beltim. Senin (20/7/2020).

Sekda Beltim mengatakan ketiga pasien positif terkonfirmasi tersebut merupakan keluarga dari pasien atas nama Tn. THS, umur 52 tahun, warga Kecamatan Manggar dan memiliki riwayat bepergian ke Palembang dan Bangka pada awal Juli 2020. Ketiga pasien ini yaitu ADM (48), LRP (18) dan SAP (13)

“ seperti yang diketahui, Pasien THS ini datang ke RSUD Beltim tanggal 15 Juli 2020 dengan gejala demam 7 hari disertai batuk dan mual. Pasien ini punya riwayat ke Palembang 1-6 Juli dan ke Bangka tanggal 7-9 Juli 2020.  Pasien ini langsung dilakukan penanganan dengan menempatkannya di ruang isolasi RSUD Beltim,” kata Ikhwan fakhrozi didampingi Direktur RSUD Beltim dr.Cahyo dan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Beltim Muhamad Yulhaidir, Kadiskominfo Gustaf Pilandra, Jubir GTPPC Supeni dan Camat Manggar Amiruddin S.Ag.

Mengenai ketiga pasien tersebut ini dilakukan isolasi mandiri di rumah mereka, tidak diisolasi di RSUD Beltim. Hal ini menurut Direktur RSUD Beltim Dr Cahyo Purnomo karena ketiganya termasuk dalam pasien positif covid-19 dengan gejala ringan yaitu dua berstatus suspek dengan gejala demam dan batuk kecil, yang satunya OTG berstatus kontak erat.

“Ketiga orang tersebut sudah dilakukan swab pada tgl 18 dan 19/7/2020 lalu, ke 3 sampel swab dikirim ke laboratorium RSUD Marsidi Judono Belitung.

Berkaitan dengan aktifitas belajar mengajar tatap muka, Kepala DKPPKB Muhamad Yulhaidir mengatakan dari penelusuran tim surveilane, 2 guru yang terkomfirmasi positif covid-19 tersebut tidak pernah ke sekolah dimana tempat mereka bekerja dalam beberapa waktu terakhir.

“Saat mengalami gejala, beliau langsung melakukan isolasi mandiri, dalam hal  aktivitas belajar mengajar tatap muka, kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, karena pasien THS mengajar di SMK yang notabene merupakan kewenangan dari Dinas Pendidikan Propinsi dan isterinya ADM yang bertugas di salah satu SMP di Manggar yang kewenangannya berada di Dinas Pendidikan Beltim,” papar Yulhaidir.

Sekretaris GTPPC Beltim Ikhwan Fakhrozi disela sela pemaparannya meminta masyarakat agar tidak menstigma dan tetap tenang dengan adanya hal ini.

“dalam pelaksanaannya akan diawasi secara ketat oleh tim gugus tugas, dan tim gugus tugas juga akan menanggung kebutuhan pribadi dari ketiga pasien tersebut dengan membantu sembako kepada mereka agar kebutuhan sehari harinya terpenuhi,” terang Sekda Beltim.

Jumlah keseluruhan dari hasil yang kontak dengan pasien THS sebanyak 41 orang, diswab di RSUD Beltim Dan telah dilakukan swab dua kali pada sabtu (18/7/2020) dan minggu (19/7/2020) lalu, yang mana 41 orang tersebut ada keluarga, tenaga kesehatan puskesmas Manggar dan RSUD Beltim yang pernah kontak dengan THS. (Vm/ Ris)

Leave a Reply