Pemerintah Pusat Terkesan Tutup Mata Bangunan Pasar Tradisional Di Kecamatan POLLUNG 3 Tahun Di Duga Di Biarkan Terlantar

Hukum Nasional
HUMBAHAS, SiasatKota.com
 
Gedung Pasar tradisional di Kecamatan Pollung di biarkan terlantar dan tidak di fungsikan dimana bangunan berlokasi di  kawasan pedesaan di wilayah Desa Hutapaung, kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan yang dibangun pada 3 tahun lalu seakan menghambur-hamburkan uang Negara.  
 
Dana yang bersudah dikucurkan oleh Pemerintah pusat melalui APBN TA-2016 dari Pemerintah Pusat untuk proyek pembangunan pasar tradisional tersebut terbilang cukup  besar, yakni Rp. 1,09 Miliar. Dari pantauan wartawan dilokasi selasa,11/6/19 kondisi bangunan pasar tradisional sudah sangat memprihatinkan, hal ini menduga seakan Pemerintah Pusat terkesan tutup mata. Di beberapa titik bangunan sudah mulai rusak, bahkan nyaris ambruk dan sebagian pondasi bangunan terkikis aliran dan genangan air, Sementara bangunan pasar tradisional Kec Pollung tersebut belum pernah di gunakan dan di manfaatkan masyarakat setempat setelah bangunan selesai di bangun .
 
Warga sekitar, R.l.gaol,(45) yang ditemui awak media baru-baru ini mengaku, usai bangunan itu didirikan, belum pernah difungsikan, sehingga terkesan terlantar,dan menurut nya ,mungkin  bangunan ini sudah menghabiskan banyak biaya, mulai dari perencanaan, pematangan lahan hingga teknis pembangunan.
 
Harapannya Uang negara hendaknya digunakan yang benar-benar bermanfaat bagi orang banyak khususnya warga sekitar,hingga saat ini saya belum tahu, apa sebenarnya manfaat bangunan ini dibangun Pemerintah Pusat  dan apa manfaat nya bagi masyarakat atau mungkin menjadi rumah hantu, katanya menggelitik.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan perlindungan Anak (DPMDP2A) Humbang Hasundutan yang dikonfirmasi mengatakan, bangunan pasar itu hingga saat ini belum diserah terimakan dari Kementerian kepada Pemkab Humbahas. Sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan bangunan tersebut masih tanggungjawab penuh pihak kementerian. “itu belum milik kita. Bangunan itu masih milik kementerian.  Karena sampai saat ini belum ada serah terima kepada kita,” ujarnya.
 
Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Adat, Jerry Silitonga ketika dikonfirmasi wartawan menegaskan, alasan Pemerintah kabupaten Humbang Hasundutan  belum melakukan serah terima atas bangunan pasar tersebut  karena kondisi bangunan itu jauh sebelum diserah terimakan sudah dalam keadaan rusak. “ jadi beberapa waktu lalu mereka sudah datang kesana dan sudah lihat bangunan nya. Lantas saat itu juga kami tanyakan, bagaimana mungkin kita bisa melakukan serah terima, bila kondisi nya seperti itu.
 
Jerry menjelaskan, sesuai arahan kementerian, pasar itu nantinya dapat dikelola warga menjadi BUMDes, namun badan itu belum ada di kecamatan Pollung. Semoga dalam waktu dekat bisa segera dibentuk. Sebab, dengan terbentuk nya BUMDes, maka dapat dijadikan dasar pengusulan kepada pihak kementerian untuk itu diperbaiki. Usai diperbaiki maka akan diterima dan selanjutnya diserahkan ke BUMDes yang akan dibentuk.
 
Dari pantauan wartawan Pemerintah Pusat  untuk  turun di kec Pollung agar tidak terkesan tutup mata yang nantinya bangunan tidak  asal jadi yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ironis sekali bila di bayangkan bangunan yang tidak berfungsi yang sesuai file dokument  Proyek pembangunan pasar kawasan di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan itu dikerjakan oleh PT. Mandiri Tri Bintang yang beralamat di Jalan sempurna No. 241, Medan dengan Nomor kontrak : 627/PPK.3/DPKP.3/KTR/09/2016 dan nilai proyek sebesar Rp.1.098.427.000. (Charles/Red)

Leave a Reply