Masyarakat Dan ASN Di Kab Humbang Hasundutan Mulai Resah Akibat Konten Ujaran Kebencian di Media Sosial

Hukum Moralitas Nasional

HOTMAN HUTASOIT, ” mengharapkan dan menghimbau agar masyarakat kedepan lebih bijak dalam penggunaan media sosial agar tidak terjerat jalur Hukum

Humbahas, SiasatKota.com
 
Dinas Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) memantau konten media sosial (Medsos)  yang mulai meresahkan dengan menyebarnya konten issu-issu di tengah-tengah Masyarakat dan ASN di kabupaten Humbang Hasundutan.  Konten issu yang beredar di tengah masyarakat melalui group di medsos seakan ada upaya penggiringan memburuk burukkan apa saja Program Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang telah dan sedang terlaksana.
 
Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotman Hutasoit kepada wartawan ketika di temui di ruang kerjanya yang menurutnya ujaran kebencian di media sosial  melalui akun facebook berdasarkan  analisis konten medsos yang diamati dirinya sejak berapa bulan terakhir dimana semakin menyebar ditengah masyarakat dan ini mulai menimbulkan keresahan termasuk di berbagai kalangan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang nantinya di kawatirkan akan  mempengaruhi kinerja para ASN.(03/04)
 
Ditambahkannya, ramainya sebaran ujaran kebencian di akun media sosial terjadi di beberapa group facebook yang sering memunculkan postingan berupa penggiringan opini publik oleh sekelompok orang guna untuk menolak program Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Sementara Pemkab Humbang Hasundutan  yang kini gencar-gencarnya melakukan kegiatan demi untuk kesejahteraan Masyarakat melalui kepemimpinan Bapak Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor  baik tentang penanganan Infrastruktur jalan, Pertanian yakni program  penanaman jagung, kentang, bawang putih dan pengadaan Alsintan (alat pertanian) hingga kualitas kinerja para pejabat tinggi ASN dilingkungan Pemkab Humbang Hasundutan.
 
Hotman Hutasoit menambahkan, “Konten di medsos di beberapa group facebook yang menilai program Pemkab Humbang Hasundatan banyak mengalami kegagalan dan keterlambatan dalam bidang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu salah. Ujaran kebencian ini sudah sangat merisaukan dan meresahkan,dan analisa saya, latar belakangnya kemungkinan besar adalah mungkin persoalan pribadi/individu atau orang per orang  yang dulu memiliki kedekatan dengan Bupati namun kini tak lagi sejalan.”
 
Ditambahkannya, Opini melalui postingan yang bersifat tendensius itu kemudian digiring menjadi persoalan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang disebut-sebut banyak mengalami kegagalan dan hal ini yang membuat muncul keresahan di tengah-tengah masyarakat dan jajaran ASN seakan ada upaya menciptakan opini  menolak program Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan . Dirinya juga memastikan, opini yang di sebarkan dengan sengaja  dengan bentuk ujaran kebencian sebagai bentuk upaya penolakan program Pemerintah yang dipimpin Bupati Dosmar Banjarnahor dan itu mengarah dalam rangka  agenda pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Humbahas yang rencananya akan dilaksanakan bulan september tahun mendatang.
 
“Kalau dilihat arahnya kedepan, kuantitas ujaran kebencian ini menyikapi dalam rangka  untuk tahun 2020  Pilkada  Humbang Hasundutan dan  yang dikhawatirkan akan semakin banyak lagi issu menyebar menjelang hari H,dan tentunya ini  berakibat pada mentalitas kinerja ASN,” ucap Hotman.
 
Ditambahkannya,dirinya sempat  enggan menyebut nama-nama akun  di media sosial mana yang sering menyebar ujaran kebencian di beberapa grup facebook ,seperti di akun facebook Kabar-kabari Humbang Hasundutan, menuju Humbahas Hebat, Kabar Humbang Hasundutan dan Horas Humbang Hasundutan yang memiliki  jumlah keanggotaan group mencapai 150 ribu anggota itu.
 
Kadis Kominfo Hotman Hutasoit  mengharapkan dan menghimbau agar masyarakat kedepan lebih bijak dalam penggunaan media sosial agar nantinya  tidak terjerat dan menjadi masalah Hukum terkait  UU Nomor 19  Tahun  2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  Pasal  28 mengenai penyebar Hoaks maupun Ujaran Kebencian (hate spech) yang berdampak pada tindak Hukum Pidana dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar.
 
“Kita bisa perhatikan dan mengamati  sendiri saat melihat grup tadi di media sosial,memang hal ini sudah mencemaskan apalagi kita Adat sebagai suku  Batak yang religius dan ditopang Dalihan Natolu, tentu sudah sangat bertentangan,jadi harapan kedepannya marilah dengan  bijak penggunaan media sosial kalau memang  tidak mau berurusan  dengan jalur Hukum,” terang Hotman. (Charles/Red)

Leave a Reply