LBH PATRIOT Melaporkan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Subang ke Komisi Yudisial RI, diduga tidak profesional dalam menangani perkara kliennya

HOME Hukum Nasional

JAKARTA, SiasatKota.com – 

Dr Manotar Tampubolon SH,MA,MH seorang  pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot yang beralamat di Jl Jati timur raya Blok A/168 Rt 04/08 Kel.bojong menteng ,kec.Rawalumbu Kota Bekasi .

Manotar Tampubolon juga  banyak dikenal  dalam karirnya di bidang Advokat  sering membela perkara masyarakat susah/tidak mampu disebut juga dalam bahasa Hukumnya Pro Bono publico beliau  juga diketahui  mengajar  sebagai Dosen Di Fakultas Hukum  Uki – Jakarta.

Hari ini bersama Tim Kuasa Hukum Dr.Manotar Tampubolon SH,MA,MH mengadukan Majelis Hakim PN Subang yang menangani perkara klienya ke Komisi Yudisial RI yang diduga tidak Profesional itu  , dengan surat tertanggal 12 Mei 2019 yang di buat Tim Kiasa Hukum dari  LBH Patriot , terlihat surat aduan tersebut langsung  diserahkan ke bagian administrasi komisi Yudisial RI . Dengan tanda terima surat tertanggal 15 Juli 2019 pada pukul 15:30 Wib. Laporan tersebut diduga atas ketidak Profesionalan majelis Hakim Yang mennangani Perkara Klienya .

Tanda terima laporan di komisi Yudisial RI

Laporan Pengaduan ini berawal dari perkara klien nya bernama Hilman Nainggolan dalam perkara kasus Pencurian yang dituduhkan sebagai Penadah yang sudah mejalani sidang di Pengadilan Negeri Subang , dengan tuntutan 2 tahun penjara, dari Jaksa Penuntut Umum sudah mendapat  Vonis dari Majelis Hakim yang mulia dengan hasil Putusan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Menurut Manotar kepada siasatkota.com saat di wawancarai di Kantornya, dalam persidangan kemarin menurutnya banyak sekali kejanggalan dalam barang bukti  dan terlihat majelis hakim memihak  , saat sidang berlangsung , ketika dia malakukan Pertanyaan kepada semua saksi-saksi yang termasuk  juga saksi tambahan yaitu saksi verbalisme (Penyidik Kepolisian ) yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kala itu. Majelis Hakim selalu membatasi pertanyaanya .sehingga saat sidang saksi verbalisme iya Kami kuasa Hukum terpaksa walk out dari Ruang sidang merasa dibatasi, Tegasnya.

Mendapat hasil Putusan Majelis Hakim tersebut ,  Manotar sebagai Kuasa Hukum melakukan langkah Hukum yaitu Banding Ke Pengadilan Tinggi. Kami tetap berharap Bahwa Klien kami dibebaskan dari Hukumanya . Jelasnya… (Rendy Fs)

Leave a Reply