KAPOLRES SUBANG DAN JAJARANYA DILAPORKAN KE KOMPOLNAS DAN DIVISI PROPAM MABES POLRI “diduga tidak profesional dan bertindak arogan”

HOME Hukum Nasional

Jakarta, SiasatKota.com – Kapolres dan Jajaran anggota Polres Subang dilaporkan Pengacara Dr. Manotar Tampubolon SH,MA,MH dari LBH PATRIOT ke Divisi Propam Mabes Polri dan Kompolnas atas ketidakprofesionalan dalam menangani suatu kasus. Laporan tersebut, berkaitan dengan adanya indikasi salah tangkap atas nama Hilman Nainggolan alias Jahormat, Josep Sitorus, dan Rycmon Edoard Panjaitan atas laporan polisi nomor LP-B/436/X/2018/JBR/SBG dan LP-B/437/X/2018/JBR/SBG tanggal 08 Oktober 2018.

Dihadapan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, DR Manotar Tampubolon, SH. MA. MH selaku kuasa hukum korban, mengatakan bahwa dugaan salah tangkap kliennya atas nama Hilman Nainggolan yang ditangkap dan dipaksa untuk mengaku atas tuduhan pembobolan Alfamart . Sedangkan klienya atas nama Rycmon Panjaitan dan Josep Sitorus usai ditangkap di daerah Karawang Timur , oknum Polisi melakukan penyiksaan dengan kondisi tangan terikat dan mata ditutup menggunkan lakban,dan selama 2 hari ditahan di ruang penyidik dan dilepaskan.

LBH PATRIOT bersama Tim saat Konferensi Pers di Park Hotel Cawang – Jakarta timur.

“Saya sebagai kuasa hukum korban meminta kepada Bapak Kapolri Tito Karnavian untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum anggota Polres Subang yang telah melakukan penyiksaan dan memaksa klien saya mengakui perbuatan yang tidak dilakukan. Saya yakin bahwa dalam SOP Kepolisian tidak ada tindakan yang seperti itu, ala ala PKI dengan menyiksa”, ujar Dosen UKI ini dengan nada geram kepada wartawan saat press release di Park Hotel Cawang – Jakarta Timur, Rabu (27/2/2019)

Pelapor ‘Manotar mengatakan pihaknya melaporkan Kapolres dan jajarannya berdasarkan dugaan pelanggaran kode etik Polri, terkait perampasan barang, penganiyaan dan dugaan kriminalisasi oleh penyidik di Polres Subang , Jawa Barat. “Kami melaporkan aparat dari Polres Subang mulai dari Kapolres, kasat Reskrim, kanit Reskrim, beserta 16 orang anggotanya yang diduga melakukan pelanggaran kode etik Polri ke Propram Mabes Polri,” kata Manotar 

Manotar kembali menjelaskan, jika kliennya menjadi korban salah tangkap. Kini, pria yang bernama Hilman Nainggolan diduga menjadi pelaku perampokan Alfamart di Subang.padahal dia bekerja sebagai Karyawan dan tidak pernah menginjakan kaki di daerah Subang, sampai saat ini Hilman pun sudah sekitar dua bulan mendekam di sel tahanan  dan tidak kunjung rampung kasusnya. “Klien kami tidak mengetahui apa yang dituduhkan kepadanya. Namun akhirnya mengakui karena para terlapor (Kasat Reskrim Polres Subang dan jajaran) mengancam akan menangkap semua saudara dan istri jika tidak mengaku,

foto : (Kiri) Josep Sitorus, dan (kanan) Rycmon Edoard Panjaitan

Selain itu menurut penuturan Manotar, dari hasil wawancaranya dengan terduga pelaku pembobolan Alfamart inisial AS , bahwa kliennya tidak terlibat sama sekali dan AS menceritakan bahwa teman nya yang terlibat itu ada 3 orang lagi salah satu bermarga sama  Nainggolan tapi bukan bernama Hilman yang sekarang berkeliaran di daerah sumatera utara.“Terduga pelaku pembobolan Alfamart AS juga heran kenapa saudara Hilman Nainggolan jadi ikut tersangka. “Saya juga heran bang, kenapa Hilman Nainggolan ikut ditahan disini”, ucap Manotar menirukan omongan terduga pelaku.

“Berdasarkan keterangan AS kepada Kuasa Hukum  bahwa Hilman Nainggolan bukan anggota komplotan  perampokan tersebut  Nainggolan  yang dimaksud Pelaku masih ada di Pulau Samosir Kabupaten Tobasa Sumatera Utara bersama 2 orang perampok lainnya.maka dari itu Kami minta kepada penyidik Polres Subang untuk segera menangkap Nainggolan sesungguhnya yang masih berkeliaran di Toba Samosir  agar kasus salah tangkap ini menjadi  terang siapa sesungguhnya pelaku perampokan,” Ujar Manotar.

“Jadi mereka melakukan penangkapan karena marganya sama. Tidak pernah ke Subang, tapi diduga melakukan pembobolan Alfamart di Subang. selain itu Manotar juga mengatakan bahwa Ada tindak perampasan emas pribadi juga yang diduga diambil oleh polisi. Emas seberat 30 gram diambil tanpa kejelasan sampai sekarang.

Lanjutnya menjelaskan, bahwa kliennya atas nama Rycmon dan Josep usai ditangkap di daerah Karawang Timur dan disiksa ditahan kurang lebih dua hari.Hal Senada dikatakan Rycmon, bahwa saat ditangkap Polisi, tangan mereka diikat dan mata ditutup menggunakan lakban lalu dipukuli.“lalu kami dipukuli, bahkan alamat kelamin saya juga ditendang oleh salah satu dari polisinya”, ujar Rycmon yang diamini Josep.

Dr.Manotar Tampubolon SH,MA,MH bersama Klien saat membuat Laporan di Divisi Propam Mabes Polri

Sementara itu Istri dari tersangka Hilman Nainggolan,’ Ebot  menyatakan tindakan kekerasan yang dilakukan penyidik Polres Subang kepada Suaminya Hilman Nainggolan tidak  berperikemanusiaan. Menurutnya tidak hanya kekerasan fisik yang dilakukan penyidik polres Subang  kepada  suaminya,  tapi juga penangkapan tersebut tanpa disertai surat penangkapan.”Polisi menggeledah dan menangkap suami saya dan keluarga lainnya dengan sangat tidak manusiawi suami saya matanya di lakban dan diseret ke mobil tanpa diberi kesempatan mengetahui apa kesalahan yang disangkakan polisi kepada suaminya Hilman Nainggolan,” ungkapnya. 

Dijelaskannya tidak hanya pada saat penangkapan polisi juga melakukan tindakan kekerasan terhadap Hilman Nainggolan di Tahanan Polres Subang. Selama 2 hari saya tidak dapat menemui suami saya dan pada hari ketiga setelah penangkapan saya melihat suami saya dalam keadaan penuh luka luka di sekujur tubuhnya  dan ketika saya tanya suami saya disiksa untuk mengakui perampokan mini market  yang tidak dilakukan suaminya,” Jelasnya.’Sambil Menangis .

Ebot juga meminta kepada Divisi Provam Mabes Polri segera menindak penyidik Polres Subang agar main tangkap dan penyiksaan terhadap suaminya segera dituntaskan.

LBH PATRIOT selain mengadu ke Kompolnas dan Divisi Propam Mabes Polri  juga akan melaporkan kejadian penyiksaan ini ke Komnas HAM   serta akan mendampingi Hilman di Pengadilan guna mendapatkan keadilan. (Rendy FS)

 

 

 

Leave a Reply