Asuransi Bumi Putra Jambi Diduga Mempermainkan Dana Nasabah

Jambi – siasatkota.com
 
Wawancara dengan Ka.Cabang Bumiputera Jambi: Bp.Anca, Kamis 12 Sep 2019: jam 14.00
Ramainya  Nasabah Asuransi Jiwa Bumiputera Jambi diperkirakan mencapai ribuan nasabah resah, mengeluhkan macetnya pencairan klaim dana pertanggungan yang sudah jatuh tempo untuk Bumi putra Jambi dan ‘Patut diduga’ asuransi Bumiputera mempermainkan dana nasabah.
 
Seperti yang dialami salah seorang nasabah, bapak M. Sitompul yang beralamat di jalan penerangan alam barajo  mengatakan, kami sangat kecewa dengan jawaban pegawai Bumiputera yang masih hanya berjanji dan belum dapat membayarkan klaim pertanggungannya yang sudah jatuh tempo. Kami ini sudah memenuhi kewajibannya membayar premi masa asuransi selama 15 tahun sejak 2004 dan jatuh tempo sesuai Polis Asuransi  uang pertanggungan seharusnya dibayarkan tanggal 01 Februari 2019  dan sampai sekarang sudah bulan November 2019 ini masih juga belum jelas kepastian pencairannya, padahal pencairan dana asuransi mau dipakai untuk kebutuhan keluarganya yang sangat mendesak termasuk kebutuhan pendidikan anak sekolah. sambil mengeluh minta dibantu permasalahannya. “tolonglah pak ‘sampaikan ke Bumiputera’ penuhi kewajiban Anda dan berikan hak kami sebagai nasabah Anda”  kata M Sitompul. 
 
Wartawan Siasat Kota Jambi menelusuri permasalahan gagal bayarnya pencairan klaim pertanggungan asuransi  oleh Bumi putera tersebut ke nasabahnya, sesuai konfirmasi langsung dengan Bp.Anca yang menjabat sebagai Kepala Bumiputera Kantor Cabang Telanaipura, menguraikan  penyelesaian klaim pertanggungan yang jatuh tempo masing masing cabang yang menyelesaikan sendiri dan tidak lagi dibantu pusat, bapak tahu sendirikan Bumiputera sekarang lagi kacau dan saya sendiri hanya sebagai karyawan juga punya polis disini, katanya.
 
Sumber dana kami saat ini hanya mengandalkan dari pemegang polis yang masih aktif yang membayar preminya setiap minggu, di jambi ini ada 2 Bumiputera satu di Angsoduo setiap minggunya hanya dapat 20 juta dan satu lagi di Telanaipura ini seminggu hanya dapat 30 juta dari sinilah sumber dana kami untuk pencairan dana nasabah.
 
Bumiputera yang jatuh tempo sesuai prioritas, padahal menurut Anca lagi yang antri menunggu pencairan masih banyak sekitar 1.600 orang lebih nasabah. Ada harapan dari Bank Jambi mau membantu permasalahan Bumiputera ini rencana menggelontorkan dana 500M tapi belum jelas kepastian waktunya.
 
P Manalu, selaku ketua Dpw Lsm BPpK RI Prov Jambi,  yang diberi Kuasa oleh M Sitompul untuk mengurus permasalahan Pencairan Dana Asuransi dari bumiputera tersebut mengatakan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penanggung jawab seharusnya dapat menginformasikan kondisi gagal bayar Bumiputera ini kepada masyarakat Jambi sejelas jelasnya agar tak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan dan pemberitahuan kepastian kapan pencairan dana nasabah yang sudah terkatung katung lamanya. 
 
Masyarakat (Nasabah  asuransi jiwasraya Bumiputera Jambi) yang merasa dirugikan secara hukum berhak melaporkan Bumiputera ke pihak berwenang Polda Jambi karena  diduga Bumiputera sudah mempermainkan dana nasabah. ada unsur penipuan dan penggelapan dana disitu, kemudian melaporkan ke Ombudsman dan DPRD Propinsi Jambi atas gagal bayarnya Bumiputera dalam memenuhi kewajibannya termasuk pihak OJK sebagai penganggung jawab  dalam pengawasan perasuransian nasional.katanya. (Laurentius S) 
 

Leave a Reply