Asiong Diduga Memanipulasi Data Kebun Pribadinya Seluas Hampir 600Ha Menjadi Kelompok Tani

Rokan Hilir – siasatkota.com 

 

Perangkat Desa mulai dari RT, Dusun hingga Kepenghuluan Sekeladi Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir di buat resah oleh keberadaan Kelompok Tani Jaya Setia Anugerah atau di singkat (KTJSA), pasalnya. Walaupun di Plang kelompok tani yang di pasang di lokasi milik dugaan Asiong tertulis izin berbadan Hukum Kementerian. namun pihak Desa setempat tidak mengetahui keberadaan legalitas izim kelompok Tani tersebut.

Demikian di katakan Ketua RT 02 Manggala IV, Desa Sekeladi, Tukiman, menurutnya. keberadaan Kelompok Tani KTJSA tidak pernah melakukan koordinasi kepada pihaknya selaku ketua RT, sehingga keberadaan kelompok Tani tersebut perlu di pertanyakan. “Kita sebagai RT di Sini tidak mengetahui keberadaan Kelompok Tani ini (KTJSA, red), siapa pun kelompoknya saya tidak mengetahui. yang penting dari masyarakat saya tidak ada,”Jelas Tukiman.

Tambah Tukiman, Keberadaan kebun sawit yang berkisar 600 Ha itu sudah ada semenjak 11 tahun dan di duga dimiliki miliki atas nama Asiong Warga dari Kota Medan, malah saat ini lahan tersebut sudah mendirikan kelompok Tani.”dari mana asalnya kelompok tani itu saya juga tidak tahu, karna tidak ada saya mengeluarkan izin, baik terhadap kelompok tani maupun tanda tangan surat lahan tersebeut. kok sudah ada nama kelompok tani,”beber Tukiman seraya mengulangi.

Hal yang sama juga di sampaikan, Sekretaris Kepenghuluan Sekeladi. M Azizi saat di hubungi. pihaknya selaku Seretaris Desa tidak mengetahui keberadaan kelompok Tani tersebut. namun pihaknya mengharapkan kalau tidak memiliki izin perangkat setempat lebih baik tidak usah didirikan.

“yang jelas setahu saya kelompok Tani KTJSA tidak ada meminta izin ke kami, biasanya izin tersebut harus disposisi dari bawah dulu yakni RT baru ke pak penghulu melalui jalur Bidang, Sekretaris terus Kepala Desa,”terang Azizi.

Secara terpisah, Ketua LSM Lembaga Pemantau Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan (LP3L) Kabupaten Rohil, melalui Ketua Devisi Investigasi Isal, kepada wartawan mengungkapkan bahwa keberadaan Kelompok Tani KTJSA di desa Sekeladi sebelum berdiri kelompok Tani telah dimiliki atas Pribadi Asiong, yang di ketahui warga orang Kota Medan.

“Kita memiliki Data Lahan tersebut dari Informasi masyarakat awalnya milik Pribadi bernama Asiong, di Rubah menjadi kelompok Tani. jelas ini ada permainan apa? karna jelas lahan tersebut sudah berdiri 11 tahun kok baru sekarang 2019 di buat Kelompok Tani. jadi selama ini mengapain, dan hasilnya kemana dan selama 11 Tahun itu jelas diduga tidak membayar Pajak.” tegas Isal.

Lanjut Isal, Pihaknya akan segera membuat laporan pengaduan terhadap keberadaan kelompok tani KTJSA ke Polda, kalau Perlu langsung ke Mabes Polri, supaya Polri dekat untuk mengecek keberadaan badan Hukum ke Kementrian,”yang jelas kita Cek ke lapangan semua perangkat Desa mulai RT hingga Kepenghuluan tidak mengetahui berdirinya kelompok Tani. KTJSA, dan kita memiliki rekaman terhadap itu. jadi kelompok dan izin dari mana mereka, apa ini hanya rekayasa jelas-jelas tidak mengantongi izin setempat dan kelompok tani nya dari mana dan warga mana? yang jelas RT setempat mengakui tidak ada mengantongi izin,” ungkapnya.

Sementara itu Kabiro Siasatkota.com saat menghubungi Contact Person Humas yang ada di plang nama kelompok tani itu yang di ketahui beranam Abdul Aziz membantah semua tuduhan itu, pihaknya mengklaim bahwa kelompok tani itu miliki izin domisili malah juga memiliki berbadan hukum. “Oooo… soal lahan itu milik banyak orang dan sebahagian besar sudah hak milik, Termasuk juga di sana ada sejumlah masyarakat tempatan. Kami mendirikan kelompok tani lantaran adanya permentan 67 tahun 2016 tentang penguatan kelompok tani, permentan 1 2018 tentang harga TBS yang juga mengedepankan perlunya pendirian kelompok tani,Tambahnya lagi” Pihaknya memiliki Kelompok tani adalah kelompok tani berbadan hukum bukan kelompok tani konvensional tegas Aziz.

Sementara itu, saat di tanyakan apakah lahan tani KTJSA itu kepemilikanya pribadi Asiong, Aziz tidak mngungkapkanya dan mengaku, pendirian kelompok tani itu juga dorongan dari Apkasindo, “sebagai kami anggota Apkasindo, bukan kelompok konvensional,seterusnya waktu di tanya apakah berita acara pembentukan kelompok tani ada? jawabnya malah bapak mau buat Advetorial atau apa ya pak, tak nyambung dengan pertanyaan.

Ketika kita komfirmasi kepada kepala desa sekeladi hulu dimana kelompok tani itu berada mereka mengatakan ada dulu berita acaranya untuk pengurusan pembuatan kelompok tani tapi berkasnya ntah dimana lupa saya imbuhnya”.

Selanjutnya Pihak Dinas Perkebunan Ibnu Hajar Selaku Kabid perkebunan yang saat itu lagi dalam perjalanan ke Pekan baru dan hendak di komfimasi menyarankan untuk menghubungi Yuda Wiriawan Kasi Perkebunan, ketika di Komfirmasikan mengenai kelompok tani Setia Jaya Anugrah yuda mengatakan tidak ada Berkas kelompok tani tersebut kepada kami, Bahkan PPL yang sekarang pun waktu di komfirmasikan tentang kelompok tani itu sampai sekarang Tidak mengetahui kelompok tani tersebut tandasnya”. (AB)

Leave a Reply