Bendungan Sungai Dibongkar Paksa

DAERAH HOME
Tanjab Timur – siasatkota.com         
Tuntutan masyarakat Pandan Lagan Dalam Desa Lagan Ulu Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur,agar PT.Indonusa Agromulya membuka bendungan (tanggul) sungai,akibat bendungan itu lahan perkebunan masyarakat  menjadi banjir sehingga tanaman pinang dan sawit menjadi merah.
 
Tim yg dibentuk Pemda Tanjung Jabung Timur membentuk dan langsung meninjau ke lokasi bendungan sungai. Kemudian Senin 25-2-2019 Tim  mengadakan rapat bertempat di ruang rapat Asisten Pemerintahan untuk membahas permasalahan banjir lahan masyarakat Pandan Lagan Dalam Desa Lagan Ulu dan Kelurahan Pandan Jaya Kecamatan Geragai yg dihadiri Wakil Bupati dan Kepala Dinas terkait.
 
Salah satu point hasil kesepakatan  berbunyi : ” Setelah mempelajari beberapa tahapan fasilitasi dan hasil peninjauan lapangan yg telah dilaksanakan bahwa Daerah Aliran Sungai Simpang Pandan Dalam yg dibendung oleh PT.Indonusa Agromulya tidak memiliki izin yg disampaikan kepada Bupati Tanjung Jabung Timur sebagaimana ketentuan Peraturan Perundang-undangan yg berlaku dan kepada PT.Indonusa Agromulya diwajibkan untuk membuka Bendungan dan menormalisasi Daerah Aliran Sungai Simpang Pandan Dalam serta kanal dimulai dari Bendungan sampai muara kanal blok A (sungai Lagan) paling lambat Jumat 1 Maret 2019 “. 
                     
Mengingat tenggang waktu yg telah ditentukan untuk membuka bendungan sungai tidak kunjung dilaksanakan oleh PT.Indonusa Agromulya,maka pada hari Senin 5-3-2019 warga masyarakat Simpang Pandan Dalam menemui camat Geragai di ruang kerjanya untuk menanyakan realisasi hasil keputusan rapat tim tgl 25-2-2019 tersebut,Camat berjanji akan mengadakan kordinasi dulu dengan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur selaku penanggungjawab keputusan tim.Pada hari Kamis 7-3-2019 mulai jam 11.00.wib.bendungan sungai dibongkar paksa dengan menggunakan 1 unit exavator yg disaksikan camat Geragai dan Kapolsek Geragai serta anggotanya.
 
Usai pembongkaran bendungan sungai ketika ditemui wartawan media ini dilokasi bendungan sungai,camat Geragai (Swandi A.Md) mengatakan merasa lega dan bersyukur bahwa pelaksanaan pembongkaran bendungan sungai terlaksana dalam keadaan aman dan lancar,halmana dia merasa kwatir,sebelum pembongkaran dilaksanakan,diatas bendungan tertancap papan merek yg bertuliskan; Kami masyarakat blok A dan petani plasma melarang membuka tanggul. Sekali lagi saya menyatakan perasaan lega karena tidak terjadi sesuatu yg tidak dinginkan jelasnya. (Humisar S)

Leave a Reply