Rabat Beton dan Sumur Bor Di Desa Lubuk Bernai Terindikasi Mark up

DAERAH Ekonomi
Tanjab Barat, SiasatKota.com
Bangunan yang dananya dari Dana Desa tahun anggaran 2019  yang di alokasikan untuk pembangunan Rabat beton dan Sumur bor di desa Lubuk bernai Kec Batang Asam Kab Tanjab barat Prov Jambi di nilai tidak sesuai dengan besaran dana yang digunakan alias Mark up. 
 
Dari laporan warga kepada wartawan siasat kota ,mereka merasa heran ,dikarenakan bangunan Rabat beton di dusun Belalangan dengan panjang 250m×2m×15cm menghabiskan dana sebesar 247 juta atau hampir satu juta rupiah permeternya. Dari hasil konfirmasi wartawan dengan tokoh masyarakat yang mengatakan upah yang diterima pemborong (warga) yang mengerjakan proyek Rabat beton tersebut ,mereka di bayar sebesar 20 juta rupiah.dan warga yang mengawasi pengerjaannya menuturkan besi behelnya pun yang di pasang sangat jarang, dimana besi yang di pasang cuma berjumlah 8 baris (jaraknya sekitar 25 cm).
 
Begitu juga dengan Sumur bor yang yang di bangun .dari keterangan warga yamg mengerjakan nya ,mereka mengatakan upah mereka membuat towernya sebesar 3jt tiap satu tower sumur bor.dari informasi yang diperoleh wartawan siasat kota dari warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan upah pembuatan /pengeboran per satu titik sumur bor adalah sekitar 5jt per titik, dengan ke dalaman sekitar 20 meter dan mereka memprediksi sumur bor itu tidak akan seefisien mungkin karena pipa yang dipasang adalah pipa yang ukuran agak kecil.lagi pula beberapa titik lokasi sumur bornya pun berada di lokasi yang  kurang tepat.dimana lokasinya  ada yang berada dekat  dengan  satu rumah saja dan jauh dari rumah warga yang lain. 
 
Dari penuturan warga kepada wartawan yang merasa kurang puas dengan besaran dana pembuatan sumur bor tersebut mengatakan,coba bapak wartawan bayangkan,  satu sumur bor dananya skitar 71 juta. dengan perincian: upah pengeboran:5jt ditambah upah pengerjaan tower3juta.sisanya berapa pak .apakah bangunan sekecil ini menghabiskan dana puluhan juta? masa sih bahan  untuk tower ini sam tangki tedmonnya hampir 60 juta? dari hadil konfirmasi wartawan dengan ketua TPK nya menuturkan, lokasi nya adalah sesuai kesepakatan dan masalah biaya mereka cuman mengawasi saja dan menyarankan agar wartawan siasat kota langsung konfirmasi sama pak Kades. Dan Plt Kades Lubuk bernai (Suprapto)menuturkan kepada wartawn Siasat Kota ,bahwa pengerjaan Rabat beton dan Sumur bor (5titik) sudah sesuai aturan dan sudah di periksa oleh Inspektorat.
 
Dalam hal ini masyarakat berharap kepada semua pihak yang berwenang agar meninjau ulang semua proyek yang berasal dari dana desa tahun anggaran 2019,karena mereka merasa kecewa atas besarnya dana yang di alokasikan untuk pembuatan sumur bor dan  rabat beton tersebut dan sampai berita ini di turunkan wartawan Siasat kota belum berhasil mengkonfirmasi pihak Inspektorat tentang hasil penilaian mereka terhadap bangunan Rabat beton dan Sumur bor tersebut. (HDP)
 

Leave a Reply