Disdik Jawa Barat Berikan Kuota 2 % Bagi Petugas Covid

DEPOK, siasatkota.com

Tenaga kesehatan yang bertugas langsung menangani Covid 19 di rumah sakit rujukan penanganan covid 19 di daerah Propinsi Jawa Barat sedikit boleh lega berkenaan dengan dikeluarkan surat prihal program prioritas tenaga kesehatan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tahun 2020 dari pemerintah Jawa Barat melalui Dinas pendidikan, yang memberikan jalur khusus sebagaimana halnya dengan anak tenaga pendidik. 

Hal itu adalah sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah Propinsi Jawa Barat kepada tenaga kesehatan yang menangani langsung  Covid 19 dengan memberikan kuota 2 % melalui jalur afirmasi untuk PPDB Sekolah Menengah Atas ( SMA ) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK ).

Hal itu tertuang dalam surat Kepala Dinas pendidikan Jawa Barat Dr. Ir Dewi Sartika, Nomor. 800/7923 – Disdik, tanggal 2 Juni 2020, tentang ”Prihal Program Prioritas Tenaga Kesehatan Dalam PPDB 2020.  

Surat itu ditujukan kepada Kepala Dinas kesehatan Propinsi Jawa Barat dan tembusannya disampaikan kepada Gubernur/ Wakil Gubernur Jawa Barat, Sekda Jawa Barat, ketua gugus tugas percepatan penananganan Covid 19 Jawa Barat, KCD wilayah I-XIII, Kepala Sekolah SMA, SMK, SLB se Jawa Barat.

Adapun tenaga kesehatan yang dimaksud adalah meliputi anak kandung dokter, anak kandung perawat, anak kandung petugas laboratorium, anak kandung supir ambulans yang terlibat langsung di Rumah Sakit rujukan laboratorium kesehatan dan isolasi mandiri yang ditunjuk oleh Propinsi Jawa Barat, serta anak tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat penaganan Covid 19.

Dengan menunjukkan bukti Kartu Keluarga dan Akta Lahir serta menunjukkan surat tugas orang tua yang menagani Covid 19 dan ditandatangani Kepala Rumah Sakit, Kepala Laboratorium Kesehatan yang ditunjuk, isolasi mandiri yang ditandatangani penangung jawab isolasi mandiri dan surat kematian dari Rumah Sakit.

Sesuai dengan surat dari Kadisdik Jawa Barat, mekanisme pendattaran adalah melakukan pendaftaran dengan priode pertama tanggal 8 sampai 12 Juni tahun 2020, melalui jalur afirmasi dengan melengkapi bukti surat tugas dari Rumah Sakit, Laboratorium Kesehatan, serta isolasi mandiri tempat bekerja dengan melampirkan KTP orang tua dan kartu keluarga.

Persyaratan dapat di upload melalui web yang sudah disediakan panitia yakni, ”http // pendaftar ppdb jabarprov go id”.

Namun hal itu sedikit menuai pertanyaan bagi masyarakat, karena dianggap terlambat. Karena Juknis PPDB untuk SMA-SMK di Kota Depok yang sudah terpampang dimading sekolah jauh sebelum Petunjuk Teknis ( Juknis ) di buat untuk tenaga kesehatan, tidak ada satupun tertulis jalur untuk tenaga kesehatan.

Menanggapi hal itu, Kadisdik Propinsi Jawa Barat Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si mengatakan, terkait tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien Covid 19 yang diberikan kuota 2 % dalam PPDB tingkat SMA sederajat, sudah ada revisi Juknis dan sosialisasi ke cabang dinas pendidikan. Begitu juga tenaga kesehatan, sudah disampaikan dan semua data pendaftar sudah ada sejak tahap persiapan pendaftaran dan tinggal melengkapi surat  tugas saja, kata Kadisdik. (BUDIMAN)

Leave a Reply