Diduga Bernaung di Ketiak Aparat, Bareskrim Polri Sidak Kebobolan Kebun PT. Toton

DAERAH

Inhu, Siasat Kota

Tanggal 26 sampai 27 juli 2018 telah kedatangan dari Bareskrim Polri tangkap dan dimintai keterangan dari buruh kasar yang berjumlah kurang lebih 20 di periksa dimintai kesaksian dari salah satunya mereka marga simamora juga simanjuntak. yang saat itu ditemukan sedang berbicara dengan oknum dari Bareskrim Polri.

Siasat Kota saat melakukan tugas Liputan di  PT. Toton yang sekarang berubah nama menjadi kebun Toton group, salah satu oknum polisi Polsek Batang Cenaku berinisial R menghalangi melarang menyuruh menyimpan kamera wartawan dan sempat cekcok mulut. Yang lebih mengherankan lagi, oknum TNI berinisial J adalah Babinsa Desa Alim kecamatan Batang Cenaku Inhu membentak juga mengeluarkan kata kasar, dan bergaya arogan.

Diduga ada kepentingan. seolah kangkangi Hak UU Perlindungan Pers juga UU Republik Indonesia nomor.14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menimbang bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi mengembangan pribadi Dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan Nasional. Bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokrasitis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnnya dan segala sesuatu yang berakibat  pada kepentingan publik.hak hak ini yang di intervensi oknum Polri dan TNI keseluruhan rakyat Indonesia, Kapolri harapan awak Media agar oknum seperti itu perlu di tindak tegas agar tidak menciderai Mitra Polri.

Informasi yang di dapatkan  awak Media dari salah satu pimpinan Bareskrim  bahwasanya lahan kebun Toton group mempunyai luasan 800 hektar wilayah Riau 300 hektar wilayah Jambi 500 hektar dengan titik kordinat kawasan hutan Lindung Bukit tiga puluh,itulah yang bisa kami kasih keterangan ucapan pimpinan Bareskrim Polri yang tak mau sebutkan namanya karena ini masih tahap penyidikan alasannya.yang mengherankan bagi publik lahan kebun Toton group alias PT. Toton sudah pernah di pasang garis polisi di tahun 2017 juga di pasang plang kebun di larang beroperasi karena sudah melanggar ketentuan undang undang.

Akan tetapi publik sangat di bingung kan sampai tahun 2018 bulan juli ini kebun Toton group masih beroperasi staf atau kordinator kebun,Bona sihotang masih di biarkan berkeliaran dan juga staf lain.yang menjadi korban kesaksian pekerja buruh harian lepas. lDEDI SS

Leave a Reply