Dalam Sehari Walikota Depok Resmikan Sekolah, Taman Dan Balai Rakyat

DAERAH

Dalam Sehari Walikota Depok Resmikan Sekolah, Taman Dan Balai Rakyat
Depok, Siasat Kota
Pemkot Depok melalui Dinas Rumkim dan Dinas LHK beserta jajarannya, dan dipimpin langsung Walikota Depok, Mohammad Idris, pada Selasa pagi (22/01/2109) melaksanakan peresmian Balai Rakyat dan Taman Kelurahan Beji serta melakukan peninjauan SDN Beji 4 dan Beji 5 yang kesemuanya berlokasi di sekitar Jalan Jawa, Perumnas Depok Utara Kelurahan/ Kecamatan Beji Kota Depok.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua TP.PKK Kota Depok Elly Farida, Kadis Rumkim, Dudy Mi’raz, Kadis LHK, Ety Suryahati, Kadis Pendidikqn M.Thamrin, Kepala BKD, Nina Suzanna, Camat Beji Ues Suryadi didampingi Sekcam Beji Hendar Pradesa dan seluruh Lurah di Kecamatan Beji, Kapolsek Beji Kompol Yenni Anggraeni Sihombing, Danramil Beji 02 Kapten Kav.Syahroni ,Ketua LPM Beji Nurhasan, Ketua GARDU Memet, TP.PKK Kecamatan dan Kelurahan, Tokoh masyarakat, Agama, dan para undangan lainnya.
Mohammad Idris dalam sambutannya menyampaikan secara pribadi maupun Pemerintahan sangat mengappresiasi atas terselenggaranya acara Peresmian ini, yakni telah selesainya pembangunan beberapa fasilitas umum Pemerintah sejak tahun 2017 hingga peresmian saat ini yakni peresmian taman,peninjauan Sekolah Dasar, serta Balai Rakyat yang ada di Kelurahan/ Kecamatan Beji. “Pembangunan fasilitas umum Pemerintah ini tidaklah mudah , banyak tantangan, cobaan, yang memerlukan kesabaran, kekompakan, kesadaran dan pemahaman. Semua ini adalah hasil jalan-jalan saya ke sekolah-sekolah dimana ada sekolah yang tidak layak untuk tempat belajar , ada juga dari pengaduan masyarakat untuk dievaluasi dan ditindak lanjuti sebagai prioritas ” ungkap Idris.
Saat ini, Pemkot Depok sedang menyelesaikan permaslahan pembangunan secara administrative, yakni surat-surat tanah dan bangunan yang merupakan aset Pemkot Depok, seperti pada tahun 2015. Semua Puskesmas tidak mempunyai sertifikat tanah, ada juga Sekolah Dasar. Dan yang paling miris, tanah Kelurahan kalah sengketa di Pengadilan oleh ahli warisnya.”Ini suatu pelajaran dan harapan saya jangan sampai terulang kembali. Saya berpesan jangan sampai fasilitas-fasillitas ini diterjemahkan masing-masing fungsi. Dari ekonomi, kami mempunyai Dinas sebagai user untuk menertibkan, ada pula paguyuban yang bisa sebagai koordinasi dan satu hal lagi, bagi perusahaan yang tidak membagi Corporate Social Responsibility ( CSR ) di wilayahnya ini dapat dikenakan sangsi agar ditindak lanjuti oleh Camat setempat untuk pembangunan di wilayahnya dan itu tidak ada kompensasinya. Sedangkan di Pemkot Depok ada suatu badan /lembaga yang mengatur CSR yang berangkat dari SK. Gubernur Tahun 2017 dan dituangkan SK. Walikota yang di ketuai oleh Sekda Kota Depok dan Wakil Ketua adalah Kepala BKPSDM. “.pungkas Idris.

Peresmian Taman Kelurahan Tapos Kota Depok
Sementara pada siang hari, sekitar Pkl. 14.00 (22/01/2019) Pemkot Depok melalui Dinas DLHK, meresmikan taman Kelurahan Tapos Kecamatan Tapos Kota Depok. Hadir pada acara ini Walikota Depok Mohammad Idris yang didampingi Kadis LHK, Ety Suryahati beserta Sekdis H.Ridwan, Camat Tapos Hasanuddin, Lurah Tapos, Tri Sutanto didampingi seluruh jajaran Kelurah, Kapolsek dan Danramil Cimanggis- Tapos, Ketua LPM, Karang Taruna, KNPI, Tokoh Masyarakat , Agama, TP.PKK Kecamatan dan Kelurahan beserta para undangan lainnya
.Dalam sambutannya Walikota Depok M. Idris menyampaikan sangat terkesan dari lagu Gundul Gundul Pacul yang mempunyai arti harafiah hingga saat ini. “Lagu yang diciptakan oleh Kanjeng Sunan Ampel secara khusus mengingatkan bahwa Pemimpin itu jangan sombong harus selalu ingat dan mengedepankan rakyatnya, pacul dapat diartikan rakyat ada juga diartikan papat sing ucul (pacul), papat itu adalah mata, hidung, telinga dan mulut,” ucap Idris.
Menurut Idris, sejak berdirinya Kota Depok banyak permasalahan mengenai fasilitas publik untuk masyarakat yang masih sangat kurang. Fasilitas umum itu yang merupakan lahan/aset Pemkot kepemilikan sertifikatnya tidak jelas bahkan tidak ada seperti sekolah dan ada pula Kelurahan. Walaupun saat ini 85% Puskesmas di Kota Depok sudah bersertifikat.
Idris menambahkan di Kecamatan Sawangan, Bojongsari, Limo dan Cinere masih bisa dikembangkan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hingga tahun 2018 sudah terbangun 45 lokasi RTH di 63 Kelurahan. Perlu diketahui bahwa manusia ini secara fitrah suka berkumpul, silaturahmi yang membuat bahagia, untuk itu Indeks Kebahagian warga Kota Depok pada angka 76 point (Data BPS), dan dikategorikan Cukup Baik, sedang Kategori Baik adalah diatas 80 point. “Dengan adanya taman-taman ini, dari awal perlu diantisipasi, yakni faktor ekonomi dan perlu juga dibuatkan tata tertib bagi pengunjung jangan nanti timbul masalah baru. Sebab di sekitar taman, akan ada peluang usaha UMKM, semisal berdagang. Jangan sampai nanti tidak terkontrol, bukan menambah kesejahteraan, malah mempericuh lingkungan,” tutup Walikota.
Setelah selesai memberikan sambutan Walikota Depok, M. Idris menekan tombol sirene serta penandatanganan prasasti dan melakukan pengguntingan pita tanda taman Tapos, Jatijajar, Sukamajubaru dan Curug telah resmi dibuka untuk umum. (BUDIMAN)

Leave a Reply